Jumat, 11 Desember 2015

HUBUNGAN ANTARA AGAMA DENGAN ASPEK YANG MENDASAR

Dosen Pembimbing : Gregorius Daru W.

Nama : Carolina Dinda Sagita Desidiria
NIM     : 15.E1.0146

Pada blog saya yang ke 3 ini saya akan membahas mengenai hubungan antara agama dengan aspek-aspek yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari, karena agama tidak dapat berdiri tanpa ada hubungan dengan aspek yang lain. Jika agama pun  ada dengan sendirinya, kita tidak masuk dan terdapat dalam bagian di agam tersebut karena kita juga merupakan aspek yang membuat Negara ini menjadi memiliki berbagai macam agama. Saya beragama Katolik namun saya juga membutuhkan orang lain yang berbeda agama untuk membuat hidup saya lebih berwarna. Jadi hubungan antara agama dengan aspek lainnya itu harus seimbang dan saling berkaitan. Di bawah ini terdapat 3 hubungan yang dapat Anda baca dan cermati, don’t go anywhere and go read this article!

1.   Hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan ilmiah yaitu masing-masing mempunyai wilayah sendiri namun saling melengkapi.
Terdapat 2 aliran pada agama ialah :
-       Tidak ada hubungan sama sekali dengan ilmu pengetahuan ilmiah. Agama tidak bisa diteliti namun ilmu pengetahuan bisa diteliti.
-       Antara agama dengan ilmu pengetahuan saling melengkapi.

Agama dan ilmu pengetahuan memang berbeda metode yang digunakan, karena masing-masing berbeda fungsinya. Dalam ilmu pengetahuan kita berusaha menemukan makna pengalaman secara lahiriah, sedangkan dalam agama lebih menekankan pengalaman yang bersifat ruhaniah sehingga menumbuhkan kesadaran dan pengertian keagamaan yang mendalam. Dalam beberapa hal, ini mungkin dapat dideskripsikan oleh ilmu pengetahuan kita, tetapi tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan rumus-rumus ilmu pasti. Sekalipun demikian, ada satu hal yang sudah jelas, bahwa kehidupan jasmani dan rohani tetap dikuasai oleh satu tata aturan hukum yang universal. Ini berarti, baik agama maupun ilmu pengetahuan, yaitu Allah.
Keduanya saling melengkapi dan membantu manusia dalam bidangnya masing-masing dengan caranya sendiri. Dari segi tujuan, agama berfungsi sebagai pembimbing umat manusia agar hidup tenang dan bahagia didunia dan di akhirat. Adapun sains / ilmu pengetahuan berfungsi sebagai sarana mempermudah aktifitas manusia di dunia. Kebahagiaan di dunia, menurut agama adalah persyaratan untuk mencapai kebahagaian di akhirat.
    (sumber : Endang Anshori, Ilmu Filsafat dan Agama (Surabaya: Bina Ilmu,1979), h.10)

2. Hubungan antara agama dan tata kenegaraan
                Negara seharusnya tidak mengatur agama dan agama menjadi sokoraja. Agama sekuler yaitu Arab Saudi, Iran, dan Pakistan.
Integratif total agama kedalam negara. Dalam hal ini agama menjiwai pelaksanaan kekuasaan ketatanegaraan. Kebijakan yang dihasilkan selalu mencerminkan nilai tertinggi dari agama dengan orientasi total pada janji-janji Tuhan. Konstitusi negara tidak dapat dipisahkan dengan substansi Al-Quran dan Hadits. Ajaran-ajaran ke-Tuhanan menjadi petunjuk utama dalam menjawab segala tantangan zaman kenegaraan.
Iran adalah salah satu contoh negara yang menggunakan nilai-nilai Islam sebagai dasar bergeraknya negara. Islam menjadi roh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pelaksana kekuasaan negara. Penempatan Islam sebagai ajaran paripurna, menjadikannya sebagai kiblat dan petunjuk dalam mengaruhi kehidupan bernegara.

3. Hubungan antara agama dengan kemanusiaan
            Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah sebagai pencipta alam semesta. Allah sendiri yang mencipta dan memerintahkan ciptaan-Nya untuk beribadah kepada-Nya, juga menurunkan panduan agar dapat beribadah dengan benar. Memainkan fungsi peranan sosial yang dimaksudkan : kebanyakan agama di dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi peranan sosial. Tanpa adanya pemerintahan akan terjadi chaos (kekacauan) dalam masyarakat. Agama mempunyai peranan yang penting dalam masyarakat. Agama memiliki nilai-nilai yang dapat memberi sumbangan dalam segala aspek kehidupan masyarakat, baik aspek sosial, ekonomi, budaya dan politik.
(sumber : Jaka.A 1997” agama dan fungsinya bagi manusia”Pustaka Setia : Bandung
                 Sujiono, M,2003 “manusia,agama dan alam” Tiara Wacana, Yogjakarta)

4. Hubungan antara agama dengan cinta
            Agama dengan cinta sangat berhubungan, ketika menjalin hubungan dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi jika berbeda agama salah satu dari mereka memilih agama yang memang menjadi pilihannya. Dalam agama Islam sebenarnya tidak boleh menikah berbeda agama namun seiring berjalannya waktu yang semakin modern banyak pasangan yang berkeluarga namun mereka mempunyai agama sendiri-sendiri. Setiap agama berbeda-beda ketentuan mengenai masalah percintaan. Namun tergantung pribadi masing-masing orang bagaimana menterjemahkan cinta yang berhubungan dengan agama, apakah mereka menganggap penting atau tidak. Mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan kodrat untuk mengasihi adalah karena tanpa kasih, manusia tidak dapat mencapai Sorga. Begitu pentingnya kasih, sehingga rasul Yohanes mengatakan “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.” (1Yoh 3:14b) Dari ayat ini, kita dapat melihat bahwa untuk mendapatkan keselamatan, maka tidak ada cara lain, kecuali mengasihi.

“Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.”
 

1 komentar: