Dosen Pembimbing : Gregorius Daru W.
Nama : Carolina Dinda Sagita Desidiria
NIM : 15.E1.0146
Pada blog saya yang ke 3 ini saya akan
membahas mengenai hubungan antara agama dengan aspek-aspek yang ada dalam
kehidupan kita sehari-hari, karena agama tidak dapat berdiri tanpa ada hubungan
dengan aspek yang lain. Jika agama pun
ada dengan sendirinya, kita tidak masuk dan terdapat dalam bagian di
agam tersebut karena kita juga merupakan aspek yang membuat Negara ini menjadi
memiliki berbagai macam agama. Saya beragama Katolik namun saya juga
membutuhkan orang lain yang berbeda agama untuk membuat hidup saya lebih
berwarna. Jadi hubungan antara agama dengan aspek lainnya itu harus seimbang
dan saling berkaitan. Di bawah ini terdapat 3 hubungan yang dapat Anda baca dan
cermati, don’t go anywhere and go read this article!
1. Hubungan antara agama dan ilmu
pengetahuan ilmiah yaitu masing-masing mempunyai wilayah
sendiri namun saling melengkapi.
Terdapat 2 aliran pada agama ialah :
- Tidak
ada hubungan sama sekali dengan ilmu pengetahuan ilmiah. Agama tidak bisa
diteliti namun ilmu pengetahuan bisa diteliti.
- Antara
agama dengan ilmu pengetahuan saling melengkapi.
Agama dan ilmu pengetahuan memang berbeda metode yang
digunakan, karena masing-masing berbeda fungsinya. Dalam ilmu pengetahuan kita
berusaha menemukan makna pengalaman secara lahiriah, sedangkan dalam agama
lebih menekankan pengalaman yang bersifat ruhaniah sehingga menumbuhkan
kesadaran dan pengertian keagamaan yang mendalam. Dalam beberapa hal, ini
mungkin dapat dideskripsikan oleh ilmu pengetahuan kita, tetapi tidak dapat
diukur dan dinyatakan dengan rumus-rumus ilmu pasti. Sekalipun demikian, ada
satu hal yang sudah jelas, bahwa kehidupan jasmani dan rohani tetap dikuasai
oleh satu tata aturan hukum yang universal. Ini berarti, baik agama maupun ilmu
pengetahuan, yaitu Allah.
Keduanya saling melengkapi dan membantu manusia dalam
bidangnya masing-masing dengan caranya sendiri. Dari segi tujuan, agama
berfungsi sebagai pembimbing umat manusia agar hidup tenang dan bahagia didunia
dan di akhirat. Adapun sains / ilmu pengetahuan berfungsi sebagai sarana
mempermudah aktifitas manusia di dunia. Kebahagiaan di dunia, menurut agama
adalah persyaratan untuk mencapai kebahagaian di akhirat.
(sumber : Endang Anshori, Ilmu Filsafat dan Agama (Surabaya: Bina Ilmu,1979),
h.10)
2. Hubungan
antara agama dan tata kenegaraan
Negara seharusnya tidak mengatur agama dan agama menjadi
sokoraja. Agama sekuler yaitu Arab Saudi, Iran, dan Pakistan.
Integratif total agama kedalam negara. Dalam
hal ini agama menjiwai pelaksanaan kekuasaan ketatanegaraan. Kebijakan yang
dihasilkan selalu mencerminkan nilai tertinggi dari agama dengan orientasi
total pada janji-janji Tuhan. Konstitusi negara tidak dapat dipisahkan dengan
substansi Al-Quran dan Hadits. Ajaran-ajaran ke-Tuhanan menjadi petunjuk utama
dalam menjawab segala tantangan zaman kenegaraan.
Iran
adalah salah satu contoh negara yang menggunakan nilai-nilai Islam sebagai
dasar bergeraknya negara. Islam menjadi roh kebijakan-kebijakan yang
dikeluarkan pelaksana kekuasaan negara. Penempatan Islam sebagai ajaran
paripurna, menjadikannya sebagai kiblat dan petunjuk dalam mengaruhi kehidupan
bernegara.
3.
Hubungan antara agama dengan kemanusiaan
Tujuan
penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah sebagai pencipta alam
semesta. Allah sendiri yang mencipta dan memerintahkan ciptaan-Nya untuk
beribadah kepada-Nya, juga menurunkan panduan agar dapat beribadah dengan
benar. Memainkan fungsi peranan sosial yang dimaksudkan : kebanyakan agama di
dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya
telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini
dikatakan agama memainkan fungsi peranan sosial. Tanpa adanya pemerintahan akan
terjadi chaos (kekacauan) dalam masyarakat. Agama mempunyai peranan yang
penting dalam masyarakat. Agama memiliki nilai-nilai yang dapat memberi
sumbangan dalam segala aspek kehidupan masyarakat, baik aspek sosial, ekonomi,
budaya dan politik.
(sumber
: Jaka.A 1997” agama dan fungsinya bagi manusia”Pustaka Setia : Bandung
Sujiono, M,2003 “manusia,agama dan alam” Tiara Wacana, Yogjakarta)
4. Hubungan antara agama
dengan cinta
Agama
dengan cinta sangat berhubungan, ketika menjalin hubungan dan melanjutkan ke
jenjang yang lebih tinggi jika berbeda agama salah satu dari mereka memilih
agama yang memang menjadi pilihannya. Dalam agama Islam sebenarnya tidak boleh
menikah berbeda agama namun seiring berjalannya waktu yang semakin modern
banyak pasangan yang berkeluarga namun mereka mempunyai agama sendiri-sendiri.
Setiap agama berbeda-beda ketentuan mengenai masalah percintaan. Namun
tergantung pribadi masing-masing orang bagaimana menterjemahkan cinta yang
berhubungan dengan agama, apakah mereka menganggap penting atau tidak. Mengapa
Tuhan menciptakan manusia dengan kodrat untuk mengasihi adalah karena tanpa
kasih, manusia tidak dapat mencapai Sorga. Begitu pentingnya kasih, sehingga
rasul Yohanes mengatakan “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.”
(1Yoh 3:14b) Dari ayat ini, kita dapat melihat bahwa untuk mendapatkan
keselamatan, maka tidak ada cara lain, kecuali mengasihi.
“Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi
Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa
tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang
tidak dilihatnya.”
Artikel yg menarik kak! Semoga bermanfaat
BalasHapus