IMANKU MENDAMAIKAN DUNIA
Jumat, 11 Desember 2015
IMANKU MENDAMAIKAN DUNIA: BISNIS KEBENCIAN
IMANKU MENDAMAIKAN DUNIA: BISNIS KEBENCIAN: Dosen Pembimbing : Gregorius Daru W. Nama : Carolina Dinda Sagita Desidiria NIM : 15.E1.0146 BISNIS KEBENCIAN Sudah ba...
BISNIS KEBENCIAN
Dosen Pembimbing : Gregorius Daru W.
Nama : Carolina Dinda Sagita Desidiria
NIM : 15.E1.0146
BISNIS KEBENCIAN
- Sedikitnya 120 orang tewas dalam serangan Paris
Prancis telah mengumumkan keadaan darurat nasional dan menutup perbatasannya sedikitnya 120 orang tewas dalam serangan bersenjata dan bom di Paris. Sedikitnya 100 orang dilaporkan meninggal di gedung konser Bataclan di pusat Kota Paris. Pria bersenjata menyandera banyak orang sebelum disergap oleh polisi. Korban lainnya meninggal dalam sebuah ledakan di dekat Stade de France dan serangan bersenjata di restoran di pusat kota. Lima penyerang dilaporkan tewas.
Laporan
menyebutkan para korban ditembak setelah sebelumnya disandera.
Berbicara setelah tiba di Bataclan, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan para penyerang akan diperangi "tanpa ampun". Setidaknya tiga orang bersenjata dilaporkan tewas di lokasi.
Salah
satu pelaku bom bunuh diri dalam serangan Paris Jumat pekan lalu
teridentifikasi bernama Almohammad Ahmad.
- Asal Mula Kebencian
Jika ditanya darimana
kebencian itu berasal. Bukankah jawabannya mudah saja? Darimu. Kebencian adalah
apimu. Yang membakar dirimu dan orang di sekitarmu. Bahkan orang-orang yang kau
sayangi. Api ini membakar semuanya menjadi abu. Dan bahan bakar utamanya adalah
rasa egoistismu yang hanya melihat pada perbedaan dan bukan pada persamaan yang
ada di antara semua dan Semesta.
Semakin besar tingkat
keterpisahanmu dengan Semesta (bisa diterjemahkan juga dengan Tuhan), semakin
dalam dan luas kebencian itu. Penyebabnya adalah sebuah konsepsi yang salah
tentang dirimu. Dirimu, bukanlah sebuah entitas mandiri yang mempunyai relatif
keberjarakan dengan sesama. Tidak. Dirimu adalah diriku, dirinya dan juga
semesta. Ada sebuah benang laba-laba tak kasat mata yang menghubungkan kita
semua. Benang itulah yang kerap dinamakan Cinta. Karenanya, jika kau sakit,
bukankah dia juga merasakannya? Bukankah ia juga – sama seperti dirimu – sedang
berjuang untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang sama?
Kebencian, kesedihan,
kegembiraan, semangat, cinta dan airmata semua berasal darimu. Engkau yang
memberi makna bagi berbagai hal yang terjadi di dalam dirimu. Dalam hatimu,
Semesta bercermin. Dan apa yang akan dilihat-Nya? Sebuah semesta lain dimana
Cinta mendapat penolakan. Sebuah semesta dimana Cinta tidak mendapat ruang dan
waktu yang sewajarnya. Semua tampak begitu suram, gelap dan mengerikan.
Di lain sisi, kebencian
juga berasal dari perasaan adanya kekurangan. Perasaan bahwa orang lain tidak
menganggap dan tidak memberikan berbagai keistimewaan yang seharusnya kau
terima. Kecewa terhadap hal ini, kau membenci. Sama seperti kebencian Kabil terhadap
Habil karena merasa Adam AS sebaiknya lebih mengistimewakannya .
Egoisme, kebencian dan rasa
penting diri hanya bisa dihadapi dengan ego yang sehat dan kerendahan hati.
Tutuplah masa lalu yang kelam. Nikmatilah hari ini. Karena engkau berhak untuk
berbahagia. Dan karena hanya hari inilah yang kita punya, genggam erat hari ini
dan tersenyumlah.
- Bisnis Kebencian
Seiring dengan populernya berbagai macam kanal social
media, semakin mudah juga untuk seseorang mempostingkan sesuatu. Dengan
kemudahan-kemudahan tersebut lantas membuat segelintir orang memanfaatkannya
menjadi sebuah bisnis. Yaitu bisnis kebencian.
Bisnis ini memanfaatkan media seperti facebook fans page,
website, twitter, dan berbagai macam media lain dengan cara membuat potensi
konflik atau perbedaan pendapat yang akan selalu dijaga agar terus menerus
tidak bisa akur.
Bisnis ini selalu menggunakan bahasa yang provokatif,
mencari-cari kesalahan, memutar-balikkan fakta, menyebarkan hoax, dan (sering
kali) membawa-bawa dalil agama. Dan kondisi masyarakat Indonesia yang sebagian
besar begitu reaktif akhirnya bisa membuat posting tersebut menjadi viral.
Menyebar tanpa bisa dibendung. Menghasilkan trafik ribuan, klik ribuan,
di-share ribuan, dan menghasilkan ribuan komentar pula, baik yang pro maupun
kontra. Dan berakhir dengan bertambahnya pundi-pundi kekayaan para pelaku
bisnis ini.
Cara-cara tersebut selalu diulang, dan bisa dikatakan
selalu berhasil. Kalau diprotes, akhirnya menyebarkan klarifikasi. Tetapi
klarifikasi atas sebuah posting kebencian tidak akan pernah seviral posting
kebencian itu sendiri. Dan besok-besok akan diulang kembali.
Mungkin tidak banyak orang tahu bagaimana bisa
mendapatkan uang dengan cara yang halal. Namun jika mau berusaha dan berdoa,
Tuhan akan memberi jalan untuk mencapai kesuksesan.
TULUS DAN IKHLAS = HIDUP LEBIH BERMAKNA
Dosen Pembimbing : Gregorius Daru W.
Nama : Carolina Dinda Sagita Desidiria
NIM : 15.E1.0146
TULUS DAN IKHLAS = HIDUP LEBIH BERMAKNA
Tulus dan ikhlas. Sepertinya mengucapkan 2 kata tersebut
mudah, namun asal kalian tahu tidak semua orang dapat melakukan 2 kata itu.
Mengapa saya dapat berkata demikian? Karena untuk kita tulus dan ikhlas
terhadap diri kita sendiri saja masih susah apalagi untuk menolong orang lain
dengan hati tulus dan ikhlas. Hmm… blog saya kali ini akan membahas mengenai
tulus dan ikhlas akan membuat hidup kita lebih bermakna. Anda tidak percaya?
Don’t go anywhere, tetap stay di blog saya dan silahkan membaca !
Apakah Anda sudah membuat diri Anda
bahagia dengan hati tulus dan ikhlas?
Hidup jangan hanya untuk menolong orang lain saja
terus-menerus. Di balik Anda berbaik hati terhadap sesama Anda, apakah hidup
Anda sendiri sudah bahagia atau bahkan belum sama sekali. Nah, perlu
diperhatikan disini… Tuhan tidak pernah memaksa kita harus berbuat baik kepada
siapapun orang yang kita jumpai, Tuhan juga tidak pernah memarahi, mengeluh
jika kebaikan yang kita lakukan terhadap orang lain itu salah atau tidak baik.
Namun jika terhadap diri sendiri saja kita masih belum bahagia dan “terpaksa”
menerima kebahagiaan seadanya dengan hati tulus dan ikhlas, bagaimana saat kita
menolong sesama kita?
Suatu hari saya menolong teman saya yang sangat
membutuhkan bantuan, namun pada saat itu juga suasana hati saya sedang tidak
baik atau dikatakan unmood tetapi saya tetap menolong teman saya tersebut.
Sebenarnya hal yang dilakukan bagus yaitu menolong sesama, namun jika suasana
hati sedang tidak baik, perasaan saat menolong tersebut tidak full/penuh karena
suasana hati yang membuat pertolongan kita jadi terhambat, tidak dengan hati
yang tulus dan ikhlas. Di bawah ini saya bersama teman-teman melakukan proyek
kebaikan…
A. PROYEK KEBAIKAN 1
Saya dan teman-teman melakukan proyek
kebaikan yang pertama di sekitar Jalan Sisingamangaraja, Semarang dengan Bapak
penjual balon yang bernama Bapak Martono berumur kira-kira 55
tahun. Sudah berjualan balon sekitar 26 tahun. Bapak Martono bertempat tinggal
di Wonogiri tetapi Beliau merantau dan sekarang ngekost di Jl.
Sisingamangaraja. Mempunyai anak 1 namun berhenti sekolah dan hanya sampai SMP.
Saya dengan ikhlas memberikan nasi rames
dan teh panas untuk makan siangnya.
Terdapat Ayat Al-Quran yang mendasari untuk melakukan
proyek kebaikan ini
(al-Maidah Ayat 2)
“Dan
tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada
Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
(Ulangan 15:7)
Jika
sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam
salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu,
maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap
saudaramu yang miskin itu.
B. PROYEK KEBAIKAN 2
Nah… proyek kebaikan
yang kedua ini saya lakukan di daerah Jalan Rorojonggrang, Sampangan bersama
anak-anak, tanpa membeli uang sepeserpun untuk memberikan kebahagian bagi
mereka. Yaitu dengan mengajari pelajaran yang paling tidak bisa, anak-anak
tersebut menjawab matematika saat ditanya pelajaran yang tidak bisa atau dirasa
susah. Jujur saja anak-anak tersebut beragama ada yang islam ada yang Kristen,
namun mereka berteman tidak pandang bulu tidak memilih-milih agama yang sama
dengan mereka. Saya merasa sangat terharu saat mereka kami ajari belajar
menghitung, karena anak-anak tersebut tidak putus asa saat tidak menemukan
jawaban yang benar, mereka terus mencobanya sampai ketemu jawaban yang benar
dan pas.
Terdapat ayat
Al-Quran yang mendasari untuk melakukan proyek kebaikan :
- Karena itu Allah swt. memberi mereka
pahala duniawi dan juga sebaik-baik pahala akhirat dan Allah swt. mencintai
orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. 3:149)
- Dan barangsiapa menyerahkan
perhatiannya kepada Allah dan ia seorang yang berbuat kebaikan, maka
sesungguhnya ia telah berpegang pada lingkaran yang kuat. Dan kepada Allah-lah
akibat segala perkara. (Q.S. 31:23)
(Ulangan 15:7)
Jika
sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam
salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu,
maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap
saudaramu yang miskin itu.
C. PROYEK KEBAIKAN 3
Lalu proyek kebaikan
yang ketiga ini saya lakukan di gereja daerah Pudak Payung. Disitu saya dan
teman-teman melakukan kebaikan dengan membantu Bapak yang mengurus gereja untuk
membersihkan luar dan dalam gereja, pada proyek kebaikan yang ketiga ini
lagi-lagi saya tidak mengeluarkan uang untuk menolong dan membuat orang lain
bahagia, cukup dengan membantu apa yang kita dapat lakukan itu sudah membuat
orang lain senang dan bahagia dengan kehadiran kita.
(Galatia 6:9-10)
“Janganlah kita
jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya kita akan menuai
jika kita tidak akan menjadi lemah. Karena itu selama masih ada kesempatan bagi
kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada
kawan-kawan kita seiman.”
Tuhan pasti punya rencana ketika sesuatu yang tidak kita harapkan itu
terjadi.
Ketika hal yang kita benci Tuhan justru hadirkan, Tuhan tidak pernah salah
dalam merancang sesuatu untuk kehidupan kita.
Karena apapun yang Dia perbuat, semuanya pasti mendatangkan kebaikan bagi
kita.
Langganan:
Postingan (Atom)