Jumat, 11 Desember 2015

TULUS DAN IKHLAS = HIDUP LEBIH BERMAKNA

Dosen Pembimbing : Gregorius Daru W.

Nama : Carolina Dinda Sagita Desidiria
NIM     : 15.E1.0146

                                 TULUS DAN IKHLAS = HIDUP LEBIH BERMAKNA

Tulus dan ikhlas. Sepertinya mengucapkan 2 kata tersebut mudah, namun asal kalian tahu tidak semua orang dapat melakukan 2 kata itu. Mengapa saya dapat berkata demikian? Karena untuk kita tulus dan ikhlas terhadap diri kita sendiri saja masih susah apalagi untuk menolong orang lain dengan hati tulus dan ikhlas. Hmm… blog saya kali ini akan membahas mengenai tulus dan ikhlas akan membuat hidup kita lebih bermakna. Anda tidak percaya? Don’t go anywhere, tetap stay di blog saya dan silahkan membaca !

Apakah Anda sudah membuat diri Anda bahagia dengan hati tulus dan ikhlas?

Hidup jangan hanya untuk menolong orang lain saja terus-menerus. Di balik Anda berbaik hati terhadap sesama Anda, apakah hidup Anda sendiri sudah bahagia atau bahkan belum sama sekali. Nah, perlu diperhatikan disini… Tuhan tidak pernah memaksa kita harus berbuat baik kepada siapapun orang yang kita jumpai, Tuhan juga tidak pernah memarahi, mengeluh jika kebaikan yang kita lakukan terhadap orang lain itu salah atau tidak baik. Namun jika terhadap diri sendiri saja kita masih belum bahagia dan “terpaksa” menerima kebahagiaan seadanya dengan hati tulus dan ikhlas, bagaimana saat kita menolong sesama kita?
Suatu hari saya menolong teman saya yang sangat membutuhkan bantuan, namun pada saat itu juga suasana hati saya sedang tidak baik atau dikatakan unmood tetapi saya tetap menolong teman saya tersebut. Sebenarnya hal yang dilakukan bagus yaitu menolong sesama, namun jika suasana hati sedang tidak baik, perasaan saat menolong tersebut tidak full/penuh karena suasana hati yang membuat pertolongan kita jadi terhambat, tidak dengan hati yang tulus dan ikhlas. Di bawah ini saya bersama teman-teman melakukan proyek kebaikan…

A. PROYEK KEBAIKAN 1
Saya dan teman-teman melakukan proyek kebaikan yang pertama di sekitar Jalan Sisingamangaraja, Semarang dengan Bapak penjual balon yang bernama Bapak Martono berumur kira-kira 55 tahun. Sudah berjualan balon sekitar 26 tahun. Bapak Martono bertempat tinggal di Wonogiri tetapi Beliau merantau dan sekarang ngekost di Jl. Sisingamangaraja. Mempunyai anak 1 namun berhenti sekolah dan hanya sampai SMP. Saya dengan ikhlas memberikan nasi rames dan teh panas untuk makan siangnya. 

Terdapat Ayat Al-Quran yang mendasari untuk melakukan proyek kebaikan ini
(al-Maidah Ayat 2)
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

      Terdapat juga Ayat Alkitab yang mendasari untuk melakukan kebaikan  
(Ulangan 15:7)  
Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu.
 
B. PROYEK KEBAIKAN 2

Nah… proyek kebaikan yang kedua ini saya lakukan di daerah Jalan Rorojonggrang, Sampangan bersama anak-anak, tanpa membeli uang sepeserpun untuk memberikan kebahagian bagi mereka. Yaitu dengan mengajari pelajaran yang paling tidak bisa, anak-anak tersebut menjawab matematika saat ditanya pelajaran yang tidak bisa atau dirasa susah. Jujur saja anak-anak tersebut beragama ada yang islam ada yang Kristen, namun mereka berteman tidak pandang bulu tidak memilih-milih agama yang sama dengan mereka. Saya merasa sangat terharu saat mereka kami ajari belajar menghitung, karena anak-anak tersebut tidak putus asa saat tidak menemukan jawaban yang benar, mereka terus mencobanya sampai ketemu jawaban yang benar dan pas.

Terdapat ayat Al-Quran yang mendasari untuk melakukan proyek kebaikan :
- Karena itu Allah swt. memberi mereka pahala duniawi dan juga sebaik-baik pahala akhirat dan Allah swt. mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. 3:149)
- Dan barangsiapa menyerahkan perhatiannya kepada Allah dan ia seorang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada lingkaran yang kuat. Dan kepada Allah-lah akibat segala perkara. (Q.S. 31:23)

Ada juga ayat Alkitab yang mendasari melakukan kebaikan : 
(Ulangan 15:7) 
Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu.  

C. PROYEK KEBAIKAN 3
 
Lalu proyek kebaikan yang ketiga ini saya lakukan di gereja daerah Pudak Payung. Disitu saya dan teman-teman melakukan kebaikan dengan membantu Bapak yang mengurus gereja untuk membersihkan luar dan dalam gereja, pada proyek kebaikan yang ketiga ini lagi-lagi saya tidak mengeluarkan uang untuk menolong dan membuat orang lain bahagia, cukup dengan membantu apa yang kita dapat lakukan itu sudah membuat orang lain senang dan bahagia dengan kehadiran kita.

Berikut petikan kitab suci yang mendasari untuk melakukan kebaikan : 
 (Galatia 6:9-10) 
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya kita akan menuai jika kita tidak akan menjadi lemah. Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”  

Tuhan pasti punya rencana ketika sesuatu yang tidak kita harapkan itu terjadi.
Ketika hal yang kita benci Tuhan justru hadirkan, Tuhan tidak pernah salah dalam merancang sesuatu untuk kehidupan kita.
Karena apapun yang Dia perbuat, semuanya pasti mendatangkan kebaikan bagi kita.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar