Kamis, 26 November 2015

LIFE IS CHOICE AND MAKE A BEAUTIFUL DIFFERENT




Hidup adalah pilihan dan buat hidup ini menjadi perbedaan yang indah. Dari judulnya saja sudah membuat kita berpikir-pikir mengapa saya membuat judul seperti ini, pada blog yang saya share kan kepada teman-teman ini adalah mengenai perbedaan. Apa, mengapa dan bagaimana bisa tercipta kata ‘perbedaan’ ini? Read this article, go!

1. Perbedaan?

Teman-teman pasti bisa menjawab arti dari perbedaan itu sendiri apa. Kalau menurut saya, perbedaan adalah suatu ciri khas yang dimiliki seseorang, yang paling menonjol dalam sikap kita dan akan membuat semakin percaya diri dari orang lain karena orang lain memiliki ciri khas yang berbeda juga dari kita. Apa bedanya dengan kepribadian?nah dalam konteksnya ini sudah berbeda, karna jika kepribadian kita sudah membahas mengenai kehidupan yg lebih luas lagi. 

Pada saat saya SMA, teman-teman dekat saya dari berbeda agama jadi hanya saya dan 1 teman saya yg katolik saja. Padahal saya sekolah di yayasan Katolik tapi setelah bersekolah dan merasakan ternyata malah banyak siswa yang beragama Islam, saya jadi tertarik untuk mengulik-ulik mengapa sekolah katolik banyak siswanya yang beragama Islam. Tuhan tidak mengharuskan manusia untuk berteman dengan yang sama agamanya, namun pada dasarnya Tuhan menginginkan manusia dapat menghargai dan menyayangi sesamanya seperti menyayangi diri sendiri. Tetapi berteman dengan berbeda agama sangat menyenangkan karena dari berbeda itu kita bisa mengetahui indahnya perbedaan. 

Tadi saya kuliah masuk pagi dan baru sekali saya menggunakan celana panjang model cutbray, model ini celana bagian bawahnya lebar. Saya merasa malu-malu namun teman saya berkata “gakpapa, tampil beda dong malah beda dari yang lain. Lagian kamu juga pede lho orangnya.” Pas teman saya bilang gitu, saya menjadi percaya diri lagi pada saat di kampus tadi. Padahal yang berkata gitu teman saya yang beragama Islam, saya jadi merasa tidak dipilih-pilih. Dalam arti, mereka yang berbeda agama dengan saya namun mereka tidak memilih-milih teman dan menganggap derajat yang sama. Tetapi ada juga yang tidak bisa menerima mengapa ia berbeda dan tidak mengalami indahnya perbedaan, itu karena orang tersebut tidak bersyukur atas apa yang Tuhan berikan dan selalu mengeluh di setiap pekerjaannya.

2. Jangan Ragu Jika Berbeda
    (Markus 12:38-44)

Janda miskin itu telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain
            Pada suatu hari, dalam pengajaran-Nya, yesus berkata kepada orang banyak, “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat. Mereka suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka mencaplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang-orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” Pada suatu kali, sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan, Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan itu. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya tetapi janda itu member dari kekurangannya semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

Dari petikan bacaan kitab suci ini sangat menginspirasi dan membuat iman kita tergugah untuk menjadi seperti apa yang janda miskin itu lakukan untuk kepentingan orang lain, karena menurutnya kepentingan orang lain lebih di nomor satukan daripada kepentingan pribadi. Janda miskin itu telah membuktikan bahwa perbedaan dari dirinya bisa membuat orang menjadi berpikir positif.


 

PERBEDAAN DAPAT MENJADI SANGAT INDAH JIKA KALIAN BISA MENYIKAPI DENGAN HAL POSITIF, TULUS DARI HATI DAN DAMAI