Sabtu, 24 Oktober 2015

IMANKU MENDAMAIKAN DUNIA


Dosen Pembimbing : Gregorius Daru W.

Nama  : Carolina Dinda Sagita Desidiria
NIM     : 15.E1.0146

    Ideologi tentang Tuhan sungguh-sungguh menjadi ideologi yang mengubah kemanusiaan sepanjang zaman. Biasanya kata “Tuhan” dipahami sebagai Sang Mahakuasa dan asas dari suatu kepercayaan. Ada banyak nama untuk menyebut Tuhan yang melekat pada gagasan masing-masing budaya dan agama.
       Para cendekiawan menganggap berbagai sifat-sifat Tuhan berasal dari konsep ketuhanan yang berbeda-beda. Yang paling umum, di antaranya adalah Mahatahu (mengetahui segalanya), Mahakuasa (memiliki kekuasaan tak terbatas), Mahaada (hadir di mana pun), Mahamulia (mengandung segala sifat-sifat baik yang sempurna), tak ada yang setara dengan-Nya, serta bersifat kekal abadi. Dalam pandangan teisme, Tuhan merupakan pencipta sekaligus pengatur segala kejadian di alam semesta. Menurut deisme, Tuhan merupakan pencipta alam semesta, namun tidak ikut campur dalam kejadian di alam semesta. Menurut panteisme, Tuhan merupakan alam semesta itu sendiri. Penganut monoteisme percaya bahwa Tuhan hanya ada satu, serta tidak berwujud (tanpa materi), memiliki pribadi, sumber segala kewajiban moral, dan "hal terbesar yang dapat direnungkan". Banyak filsuf abad pertengahan dan modern terkemuka yang mengembangkan argumen untuk mendukung dan membantah keberadaan Tuhan.

Teisme, Deisme, dan Panteisme
    Teisme menegaskan bahwa Tuhan sukar dipahami oleh manusia sekaligus kekal selamanya; maka, Tuhan bersifat tak terbatas sekaligus ada untuk mengurus kejadian di dunia. Meski demikian, tidak seluruh penganut teisme mengakui dalil tersebut. Teologi Katolik menyatakan bahwa Tuhan Mahakuasa sehingga tidak akan terikat pada waktu.
    Deisme mengajarkan bahwa Tuhan sukar dipahami oleh akal manusia. Menurut penganut deisme, Tuhan itu ada, namun tidak ikut campur dalam urusan kejadian di dunia setelah Ia selesai menciptakan alam semesta.
     Panteisme mengajarkan bahwa Tuhan adalah alam semesta dan alam semesta itu Tuhan, sedangkan panenteisme menyatakan bahwa Tuhan meliputi alam semesta, namun alam semesta bukanlah Tuhan.

Kerinduan Manusia pada Kedamaian
  Manusia senantiasa membutuhkan ketenangan hidup (perdamaian) yang memungkinkannya mengembangkan dirinya dengan lebih humanis (manusiawi) dalam persaudaraan sejati. Mewujudkan perdamaian memerlukan kesadaran, pengakuan dan perhormatan terhadap martabat dan hak dasariah manusia. Dengan demikian, perhormatan terhadap martabat dan hak dasariah orang lain merupakan dasar untuk mewujudkan perdamaian sejati karena setiap orang diciptakan menurut Gambar/Rupa/Citra Allah sendiri.
Prosentase Kepercayaan akan Tuhan
      Sampai tahun 2000, sekitar 53% populasi dunia teridentifikasi sebagai penganut salah satu dari tiga agama samawi terbesar (33% Kristen, 20% Islam, <1% Yahudi), 6% Buddhis, 13% umat Hindu, 6% penganut kepercayaan tradisional Tionghoa, 7% penganut agama lainnya, dan kurang dari 15% mengaku tak beragama. Kebanyakan agama yang dianut mengandung kepercayaan akan Tuhan, roh, dewa-dewi, dan makhluk gaib. Agama samawi selain Kristen, Islam, dan Yahudi meliputi agama Baha'i, Samaritanisme, Gerakan Rastafari, Yazidisme, dan Gereja Unifikasi.
 
Manusia yang Manusiawi
       Ciri khas manusia yang manusiawi: akal kesadaran. Semua antropolog dan teolog akan setuju hal ini. Manusia adalah makhluk yang mengerti siapa dirinya, apa yang dia inginkan, bagaimana ia mencapai keinginannya, sadar akan darimana ia berasal dan kemana ia menuju. Manusia adalah produsen pengetahuan, dan sekaligus direproduksi oleh pengetahuan. Manusia berkembang karena dipengaruhi oleh pengetahuan, dan di sisi lain ilmu pengetahuan berkembang karena dipengaruhi proses berpikir manusia. Dan relasi ini terjadi hanya di satu tempat, ruang, waktu: dunia.

Proses Menjadi Manusia yang Manusiawi
    Perkembangan kemampuan manusia untuk membentuk masyarakat beradab dan berbudaya itu disebabkan kemampuan khas manusia untuk berpikir dan mengetahui. Kemampuan berpikir tersebut telah mendorong manusia untuk bereksplorasi dengan memori, daya intelektualitas, imajinasi, dan kepekaan akan keindahan untuk berfikir tentang sesuatu yang melebihi pengalamannya seperti keyakinan pada Tuhan, untuk berkomunikasi, untuk bersosialisasi, untuk bertahan hidup dalam semua situasi, untuk berkembang bersama perubahan alam (evolusi), untuk mencipta perubahan-perubahan, untuk menciptakan formula-formula pengetahuan. Manusia menjadi semakin manusiawi karena ia bisa mengarahkan akalnya untuk merubah dunia.

Pandangan Kitab Suci tentang Perdamaian (Perjanjian Lama)
Kata Shalom mengacu pada beberapa arti:
  • Sehat jasmani dan kesejahteraan keluarga karena merupakan berkat daari Allah bagi seseorang dan keluarganya.
  • Tuhan Sertamu: merupakan salam yang umum dalam perjanjian Lama yang berarti pengharapan supaya manusia memperoleh kebaikan dalam hidup, ketiadaan cacat-cela keadilan dan damai secara rohani (aman dan berada dalam rumah Tuhan) sebagaimana dilukiskan oleh Nabi Yesaya: “Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.” (Yesaya 2: 4)
Di dunia sudah banyak orang yang egois, mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain. Jadi, saat perang, perpecahan, permusuhan terjadi. Sebenarnya hati tidak nyaman karena berfikir untuk apa hidup tanpa kedamaian, jika hidup hanya untuk berperang antara satu sama lain. Manusia adalah makhluk sosial, tidak bisa hidup tanpa orang lain, namun banyak orang di dunia ini masih tidak bisa berfikir lebih jauh tentang  “kedamaian”.
 



36 komentar:

  1. Jadilah manusia utuh, bukan setengah-setengah. Happy weekend.

    BalasHapus
  2. Semoga kita menjadi manusia yang sadar bahwa kita butuh Tuhan. Thank you, God bless

    BalasHapus
  3. Lalu menurut keyakinan yang anda anut, bagaimana carw mengusahakan kedamaian di dunia ini?dan contoh konkreetnya dalam kehidpan bermasyarakatnya bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menjawabnya dalam isi blog selanjutnya saudara wahyu:) Tuhan memberkati

      Hapus
  4. Gita! Tulisan yang menginspirasi.
    Terus Berkarya ya.
    God Bless You. :)

    BalasHapus
  5. Saya sangat setuju dengan tulisan Gita yang menginspirasi. God Bless

    BalasHapus
  6. Sangat menginspirasi gita.. terus berkarya. Godbless

    BalasHapus
  7. artikel yang menarik, gita. sangat menginspirasi. saya juga setuju dan suka dengan quote yang anda cantumkan. keep writing, gita. god bless u :)

    BalasHapus
  8. Artikelnya sangat membangun. Saya setuju dengan artikel yang telah di post. Terimakasih karna bisa menginspirasi untuk saya kedepannya. Terus Berkarya Sista. ^^ Tuhan Memberkati

    BalasHapus
  9. Trima kasih atas artikelnya dpat menambah wawasan saya,.

    BalasHapus
  10. Trimakasihh artikelnya menginspirasi

    BalasHapus
  11. artikenya bagus, semoga bermanfaat buat kita semua. terus berkarya ok.

    BalasHapus
  12. Bagus sekali tulisannya lanjutkan yaaa

    BalasHapus
  13. Terus mengasihi dan ingat terhadap sesama, okelah artikel yang membuat saya semakin mengerti, GBU Sagita

    BalasHapus
  14. blognya bermanfaat banget buat kita semua . keren! <3

    BalasHapus
  15. good post.... semoga ini dapat menjadi pedoman bagi kita semua yaa... ku tnggu post mu selanjutnya GBU

    BalasHapus
  16. Ya kita sebagaai generasi muda mementingkan agama yg tau cara untuk menjaga perdamaian kita cukup trs menjaga kerukunan yang sudah terjalin dan menyebarkannya kepada mereka

    BalasHapus
  17. Ya kita sebagaai generasi muda mementingkan agama yg tau cara untuk menjaga perdamaian kita cukup trs menjaga kerukunan yang sudah terjalin dan menyebarkannya kepada mereka

    BalasHapus
  18. post anda sangat bagus dan menginspirasi. terus berkayarya. gbu;)

    BalasHapus
  19. Artikelnya menginspirasi dan bermanfaat. Good artikel

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. Apakah anda punya pendapat tersendiri bagaimana jika manusia yang masih mempunya egoisme yang tinggi sulit percaya akan keberadaan Tuhan itu sendiri :)

    BalasHapus
  22. Isi blognya sangat menginspirasi, lanjutkan kreativitas mu untuk memberikan pengetahuan yg baik bagi banyak orang. Semangat! Tuhan memberkati :)

    BalasHapus
  23. Nice artikel. Terus berkarya. Godbless

    BalasHapus
  24. Nice artikel. Semoga bermanfaat untuk yang lain!^^

    BalasHapus
  25. Artikelnya baguss! Semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi semua orang :) Terus berkarya & God bless you ^^

    BalasHapus
  26. Memang sudah seharusnya kita hidup saling berdampingan dengan damai, artikel yang bagus gitaa terus berkarya dan wujudnyatakanlah di kehidupnmu sehari hari

    BalasHapus